Selasa, 26 Januari 2010
08.30 wita
Dengan motor saya menuju lokasi titik pertemuan untuk melakukan pendakian ke Gunung Klabat, gunung setinggi 2100 m ini di kenal sebagai gunung tertinggi di Sulawesi Utara.
Pendakian ini dilakukan bersama-sama dengan tim relawan PT Tirta Investama (Danone Aqua) dengan tujuan untuk memantau bibit pohon yang ditanam pada Februari 2009 yang lalu.
Penanaman dilaksanakan oleh Pemerintah, Swasta dan Masyarakat di tapal batas kawasan lindung Gunung Klabat.
09.30 wita
Pendakian dilaksanakan dibawah pimpinan Ibu Roos dari PT Tirta Investama, dengan logistik berupa minuman ringan air mineral, Mizone, roti dan Nasi Kuning + telor rebus, pendakian mulai dijalani , start dari Perum Airmadidi Atas dan akan ditempuh sejauh 2 Km dengan waktu kurang lebih 1,5 jam.
Dalam pendakian sejak awal sudah ditemui lokasi penanaman pohon yang dilakukan oleh Kelompok Hutan Tamporok Jaya yang di Ketuai Bapak Gustaf Bolang bekerja sama dengan pihak terkait diantaranya Dinas Kehutanan PT Tirta Investama dengan tanaman Pohon Mahoni dan jenis pohon lain.
Dari bibit Pohon mahoni yang mulai bertumbuh, ditemui beberapa pohon yang pucuknya terserang hama sehingga mati. Hal ini selaras dengan yang pernah diungkapkan oleh Bapak Jusuf Dengah bahwa pohon mahoni tidak cocok untuk ditanam di sekitar gunung klabat disebabkan adanya hama yang menyerang pucuk pohon muda sehingga jika terus tumbuh akan berdampak pada menurunnya nilai ekonomis dari pohon tersebut.
Setelah menjalani pendakian sekitar 15 menit, kami menjumpai lokasi galian C, tanggapan saya saat melihat lokasi ini awalnya adalah tanah longsor dan langsung di tanggapi oleh Bapak Marthen bahwa itu adalah Galian C yang dilakukan oleh pengusaha dengan mendapatkan ijin penambangan. Hal ini sangat ironis karena terjadi penggerusan di kaki gunung yang apabila tidak dilakukan penghentian akan berdampak pada kerusakan lingkungan yang lebih parah, disekitar galian ini juga terdapat beberapa pohon yang ditanam pada beberapa waktu lalu dan terancam longsor.
Pendakian terasa semakin berat karena area tanjakan yang semakin menanjak. Jika diingat-ingat, terakhir kali melakukan pendakian saat masih berstatus mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Pencinta Alam Politeknik "Tarsius" pada tahun 1996-1997 lebih 10 tahun yang lalu. Begitu berat terasa sampai rasa mual, pusing dan tidak sanggup lagi melanjutkan pendakian namun setelah mendapatkan semangat dari teman-teman sesama pendaki, akhirnya pendakian dapat terus dilanjutkan sampai peristirahatan pertama. Setelah tawar menawar, akhirnya saya bersedia melanjutkan pendakian....
Ilegal Logging
Betapa miris hati ini menyaksikan pemandangan yang ada dihadapan mata karena adanya pohon yang tumbang sengaja ditebang dengan mesin pemotong sebelum memasuki area tapal batas kawasan lindung, sementara dari kejauhan terdengar mesin potong yang meraung-raung tanpa ampun merobohkan pohon. Ironis memang.... disaat kepedulian mulai terbangun untuk kelestarian kawasan lindung Gunung Klabat, namun masih ada oknum yang melakukan penebangan liar demi mendapatkan keuntungan pribadi.
Setelah melakukan pendakian sejauh 2 km selama kurang lebih 1 jam, akhirnya sampai juga di lokasi tapal batas kawasan lindung gunung klabat, tim langsung disebar untuk melihat pertumbuhan bibit pohon yang ditanam pada Februari 2009 disepanjang tapal batas sejauh kurang lebih 2 km dengan bibit pohon kenari, mahoni dan jenis pohon lain. Hasil pemantauan, dari 750 bibit pohon yang ditanam ditemukan hampir 100 pohon yang mati.
Saat melakukan pemantauan, ditemukan kembali beberapa lokasi penebangan pohon yang dilakukan secara liar bahkan masuk dikawasan lindung. Hal ini menimbulkan kegeraman dari hampir semua rekan-rekan yang melakukan pendakian. Ada pohon yang ditebang kemudian dibiarkan atau belum sempat dipotong-potong untuk dijadikan balok atau papan.
12.30 wita
Saat melakukan pemantauan sambil mencari lokasi untuk beristirahat makan siang, tim di bagi menjadi beberapa kelompok untuk mensisir area tapal batas dan ditentukan titik pertemuan untuk makan siang.
Setelah makan siang selesai, kembali dilakukan pemantauan. Dalam pemantauan di sebuah lokasi, ditemukan beberapa bibit sisa penanaman yang lalu sehingga saya minta untuk dapat menanam bibit pohon tersebut sebagai rasa kepedulian terhadap kelestarian kawasan lindung gunung klabat diikuti oleh rekan-rekan relawan lainnya.
13.30 wita
Pemantauan selesai dan dilakukan foto bersama sebagai kenang-kenangan. Dalam perjalanan pulang, kembali ditemukan beberapa lokasi penebangan pohon secara liar yang menyebabkan area terbuka yang cukup luas, hal ini sangat disayangkan.
Perjalanan berakhir diujung Perum Airmadidi Atas.
Perjalanan yang melelahkan namun memuaskan karena dapat membangun rasa kepedulian yang lebih mendalam terhadap kelestarian limgkungan khususnya kawasan lindung Gunung Klabat.
Dengan motor saya menuju lokasi titik pertemuan untuk melakukan pendakian ke Gunung Klabat, gunung setinggi 2100 m ini di kenal sebagai gunung tertinggi di Sulawesi Utara.
Pendakian ini dilakukan bersama-sama dengan tim relawan PT Tirta Investama (Danone Aqua) dengan tujuan untuk memantau bibit pohon yang ditanam pada Februari 2009 yang lalu.
Penanaman dilaksanakan oleh Pemerintah, Swasta dan Masyarakat di tapal batas kawasan lindung Gunung Klabat.
09.30 wita
Pendakian dilaksanakan dibawah pimpinan Ibu Roos dari PT Tirta Investama, dengan logistik berupa minuman ringan air mineral, Mizone, roti dan Nasi Kuning + telor rebus, pendakian mulai dijalani , start dari Perum Airmadidi Atas dan akan ditempuh sejauh 2 Km dengan waktu kurang lebih 1,5 jam.
Dalam pendakian sejak awal sudah ditemui lokasi penanaman pohon yang dilakukan oleh Kelompok Hutan Tamporok Jaya yang di Ketuai Bapak Gustaf Bolang bekerja sama dengan pihak terkait diantaranya Dinas Kehutanan PT Tirta Investama dengan tanaman Pohon Mahoni dan jenis pohon lain.
Dari bibit Pohon mahoni yang mulai bertumbuh, ditemui beberapa pohon yang pucuknya terserang hama sehingga mati. Hal ini selaras dengan yang pernah diungkapkan oleh Bapak Jusuf Dengah bahwa pohon mahoni tidak cocok untuk ditanam di sekitar gunung klabat disebabkan adanya hama yang menyerang pucuk pohon muda sehingga jika terus tumbuh akan berdampak pada menurunnya nilai ekonomis dari pohon tersebut.
Setelah menjalani pendakian sekitar 15 menit, kami menjumpai lokasi galian C, tanggapan saya saat melihat lokasi ini awalnya adalah tanah longsor dan langsung di tanggapi oleh Bapak Marthen bahwa itu adalah Galian C yang dilakukan oleh pengusaha dengan mendapatkan ijin penambangan. Hal ini sangat ironis karena terjadi penggerusan di kaki gunung yang apabila tidak dilakukan penghentian akan berdampak pada kerusakan lingkungan yang lebih parah, disekitar galian ini juga terdapat beberapa pohon yang ditanam pada beberapa waktu lalu dan terancam longsor.
Pendakian terasa semakin berat karena area tanjakan yang semakin menanjak. Jika diingat-ingat, terakhir kali melakukan pendakian saat masih berstatus mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Pencinta Alam Politeknik "Tarsius" pada tahun 1996-1997 lebih 10 tahun yang lalu. Begitu berat terasa sampai rasa mual, pusing dan tidak sanggup lagi melanjutkan pendakian namun setelah mendapatkan semangat dari teman-teman sesama pendaki, akhirnya pendakian dapat terus dilanjutkan sampai peristirahatan pertama. Setelah tawar menawar, akhirnya saya bersedia melanjutkan pendakian....
Ilegal Logging
Betapa miris hati ini menyaksikan pemandangan yang ada dihadapan mata karena adanya pohon yang tumbang sengaja ditebang dengan mesin pemotong sebelum memasuki area tapal batas kawasan lindung, sementara dari kejauhan terdengar mesin potong yang meraung-raung tanpa ampun merobohkan pohon. Ironis memang.... disaat kepedulian mulai terbangun untuk kelestarian kawasan lindung Gunung Klabat, namun masih ada oknum yang melakukan penebangan liar demi mendapatkan keuntungan pribadi.
Setelah melakukan pendakian sejauh 2 km selama kurang lebih 1 jam, akhirnya sampai juga di lokasi tapal batas kawasan lindung gunung klabat, tim langsung disebar untuk melihat pertumbuhan bibit pohon yang ditanam pada Februari 2009 disepanjang tapal batas sejauh kurang lebih 2 km dengan bibit pohon kenari, mahoni dan jenis pohon lain. Hasil pemantauan, dari 750 bibit pohon yang ditanam ditemukan hampir 100 pohon yang mati.
Saat melakukan pemantauan, ditemukan kembali beberapa lokasi penebangan pohon yang dilakukan secara liar bahkan masuk dikawasan lindung. Hal ini menimbulkan kegeraman dari hampir semua rekan-rekan yang melakukan pendakian. Ada pohon yang ditebang kemudian dibiarkan atau belum sempat dipotong-potong untuk dijadikan balok atau papan.
12.30 wita
Saat melakukan pemantauan sambil mencari lokasi untuk beristirahat makan siang, tim di bagi menjadi beberapa kelompok untuk mensisir area tapal batas dan ditentukan titik pertemuan untuk makan siang.
Setelah makan siang selesai, kembali dilakukan pemantauan. Dalam pemantauan di sebuah lokasi, ditemukan beberapa bibit sisa penanaman yang lalu sehingga saya minta untuk dapat menanam bibit pohon tersebut sebagai rasa kepedulian terhadap kelestarian kawasan lindung gunung klabat diikuti oleh rekan-rekan relawan lainnya.
13.30 wita
Pemantauan selesai dan dilakukan foto bersama sebagai kenang-kenangan. Dalam perjalanan pulang, kembali ditemukan beberapa lokasi penebangan pohon secara liar yang menyebabkan area terbuka yang cukup luas, hal ini sangat disayangkan.
Perjalanan berakhir diujung Perum Airmadidi Atas.
Perjalanan yang melelahkan namun memuaskan karena dapat membangun rasa kepedulian yang lebih mendalam terhadap kelestarian limgkungan khususnya kawasan lindung Gunung Klabat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar