Pada Kamis 14 Januari 2010, secara resmi Penelitian dimulai yaitu dengan menjumpai Plt. Sekretaris Daerah (Bapak Rudi Umboh) Minahasa Utara dan menyerahkan Surat Tembusan Rekomendasi Penelitian yang dikeluarkan oleh Kesbang Sulawesi Selatan.
Pagi jam 10.00 wita menuju Dinas Kehutanan bertemu dengan Bapak Bob Mandagi, beliau adalah staf Dishut Minut, jumpa pertama kali di pertemuan antara JICA dan Bapelitbang Minut membahas tentang Pilot Project JICA.
Bapak Bob memperkenalkan saya kepada Kabid PPHK (Penatagunaan dan Pengawasan Kawasan Hutan) Ibu Poulin Puansalangi, SH. beliau menyambut hangat dan mendukung sepenuhnya rencana penelitian dan bersedia membantu untuk kebutuhan data yang dibutuhkan. Data awal yang diberikan adalah Data Kawasan Hutan di Minahasa Utara. Harapan beliau, hasil penelitian dapat menjadi masukan yang baik untuk Pemda Minut.
Setelah Kabid PPHK, selanjutnya diperkenalkan lagi dengan Kabid Reboisasi dan Penghijauan Ibu Ir. Jofiteti N. Supit, MSi, Ibu Ita panggilan akrabnya juga sangat mendukung penelitian ini, banyak diskusi yang terjadi dan Ibu Ita memanggil Bapak Meyer yang adalah Kasubag Perencanaan di Dishub Minut untuk segera memberikan data-data yang saya butuhkan diantaranya adalah Profil Dishut Minut, program-program yang sudah dan akan dilaksanakan terkait pengelolaan Hutan termasuk Hutan Lindung Gunung Klabat, data yang lain menyusul sesuai kebutuhan.
Sempat terjadi diskusi hangat antara saya, Bapak Meyer dan Bapak Hanny terkait global warming, kompensasi CO2 dan pengelolaan Kawasan Hutan Lindung Gunung Klabat sebelum saya diajak oleh Pak Bob untuk menemui Sekretaris Daerah Bapak R. Umboh untuk konfirmasi surat rekomendasi.
Saat menunggu bertemu dengan Sekda, terjalin komunikasi dengan Bapak Pendeta Imanuel dan Pak Bob yang berlanjut sampai Diskusi tentang program pemberdayaan masyarakat yang ada saat ini. Statement menarik disampaikan oleh Pdt Im yaitu "saya sudah bosan dengan program Pemberdayaan Masyarakat". Saya tertantang untuk menanggapi apa yang beliau sampaikan, saya mencoba menyampaikan konsep-konsep Pembangunan Masyarakat dan beliau sangat tertarik dan mengatakan bahwa pembangunan kapasitas masyarakat sangat dibutuhkan untuk Minut yang lebih sejahtera. Hal lain yang menarik adalah terkait Pilkada yang dimana para calon bupati tidak memiliki konsep yang dapat diandalkan untuk membangun Minut kedepan yang lebih baik, semuanya mengedepankan uang sebagai kekuatan utama untuk maju sebagai calon Bupati. Saya menanggapi bahwa konsep Pembangunan Masyarakat sangat relevan untuk diangkat pada era pembangunan dewasa ini.
Seiring waktu sambil menunggu bertemu dengan Sekda, saya diperkenalkan dengan Ketua Kelompok Tani Tamporok Jaya yang tergabung dalam Forum Mitra Klabat Lestari yaitu Bapak Gustaf Bolang yang kebetulan akan menghadap Asisten I, terjadi diskusi yang sangat menarik dan akan dilanjutkan pada pertemuan-pertemuan selanjutnya. Beliau menjanjikan banyak data dan informasi yang akan dibagikan untuk kelengkapan data penelitian. Yang menarik dari statement beliau adalah : "saya dan kawan-kawan sedang mencoba menyatukan data-data yang ada disemua LSM yang bergerak dalam lingkup pengelolaan lingkungan hidup untuk dihimpun menjadi satu sebagai bank data yang nanti akan diberikan kepada peneliti atau kepada siapa saja yang membutuhkan yang bertujuan untuk pengelolaan lingkungan yang lebih baik dimasa yang akan datang", saya sampai terharu mendengarnya.
Saat sedang berdiskusi, Pengurus KPU Minut bergabung dalam dialog kami, saya diperkenalkan oleh Bapak Gustaf dan beliau menjelaskan bahwa Bapak (saya lupa namanya) ini adalah Pemikir awal berdirinya forum Mitra Klabat Lestari, beliau awalnya adalah dari LSM Kelola bersama-sama dengan Bapak Rico Ngangi yang mendampingi masyarakat pesisir. Beliau mulai menjelaskan kronologis dibentuknya Forum Mitra Klabat Lestari yang membuat saya memahami dasar pemikiran berdirinya forum ini.
Diruang tunggu ini pun saya bertemu dengan Kadis Kehutanan Bapak Jopy Lengkong dan melaporkan secara informal rencana penelitian walaupun dengan beliau sudah beberapa kali bertemu yaitu dalam pembentukan forum Mitra Klabat Lestari. Beliau sangat apresiatif dan sangat berhadap agar hasil penelitian dapat dijadikan bahan masukan untuk Dinas Kehutanan di masa yang akan datang
Tak lama berselang, saat waktu menunjukan pukul 14.00 wita, kami diperkenankan bertemu dengan Bapak R. Umboh, Sekda Minut dan beliau mengatakan silahkan menjalankan penelitian, surat rekomendasi sedang dalam proses, sampaikan kepada Camat, Lurah dan pihak lain yang berkepentingan dengan penelitian ini bahwa saya sudah menghadap beliau.
Setelah waktu yang cukup lama di Ruang tunggu Sekda Minut, kami (saya, Pak Bob dan Pak Gustaf) kembali ke Dishut Minut untuk rencana bertemu dengan Kadis Kehutanan namun Kadis sedang berada di luar kantor sehingga saya dipertemukan dengan Sekretaris Dinas Bapak R. Kodoati.
Terjadi dialog yang sangat menarik, beberapa staf dipanggil untuk mengikuti pertemuan ini termasuk Bapak Meyer yang ditegaskan kembali untuk memberikan semua data-data yang saya butuhkan, bahkan Bapak Sekretaris menyatakan akan memerintahkan 2 (dua) orang staf akan mendampingi saya dalam melaksanakan penelitian ini, akan dibuatkan Surat Perintah Tugas.
Sebelum pulang, saya sempat terjadi dialog dengan seorang staf Dishut yang menceritakan tentang sejarah hutan di Minut, ditimpali oleh Pak Gustaf yang menyatakan bahwa sejarah itu ada dokumennya dan akan diberikan jika saya membutuhkan.
Akhirnya hari yang melelahkan dapat dilalui untuk selanjutnya menyusun rencana untuk hari berikutnya....
Pagi jam 10.00 wita menuju Dinas Kehutanan bertemu dengan Bapak Bob Mandagi, beliau adalah staf Dishut Minut, jumpa pertama kali di pertemuan antara JICA dan Bapelitbang Minut membahas tentang Pilot Project JICA.
Bapak Bob memperkenalkan saya kepada Kabid PPHK (Penatagunaan dan Pengawasan Kawasan Hutan) Ibu Poulin Puansalangi, SH. beliau menyambut hangat dan mendukung sepenuhnya rencana penelitian dan bersedia membantu untuk kebutuhan data yang dibutuhkan. Data awal yang diberikan adalah Data Kawasan Hutan di Minahasa Utara. Harapan beliau, hasil penelitian dapat menjadi masukan yang baik untuk Pemda Minut.
Setelah Kabid PPHK, selanjutnya diperkenalkan lagi dengan Kabid Reboisasi dan Penghijauan Ibu Ir. Jofiteti N. Supit, MSi, Ibu Ita panggilan akrabnya juga sangat mendukung penelitian ini, banyak diskusi yang terjadi dan Ibu Ita memanggil Bapak Meyer yang adalah Kasubag Perencanaan di Dishub Minut untuk segera memberikan data-data yang saya butuhkan diantaranya adalah Profil Dishut Minut, program-program yang sudah dan akan dilaksanakan terkait pengelolaan Hutan termasuk Hutan Lindung Gunung Klabat, data yang lain menyusul sesuai kebutuhan.
Sempat terjadi diskusi hangat antara saya, Bapak Meyer dan Bapak Hanny terkait global warming, kompensasi CO2 dan pengelolaan Kawasan Hutan Lindung Gunung Klabat sebelum saya diajak oleh Pak Bob untuk menemui Sekretaris Daerah Bapak R. Umboh untuk konfirmasi surat rekomendasi.
Saat menunggu bertemu dengan Sekda, terjalin komunikasi dengan Bapak Pendeta Imanuel dan Pak Bob yang berlanjut sampai Diskusi tentang program pemberdayaan masyarakat yang ada saat ini. Statement menarik disampaikan oleh Pdt Im yaitu "saya sudah bosan dengan program Pemberdayaan Masyarakat". Saya tertantang untuk menanggapi apa yang beliau sampaikan, saya mencoba menyampaikan konsep-konsep Pembangunan Masyarakat dan beliau sangat tertarik dan mengatakan bahwa pembangunan kapasitas masyarakat sangat dibutuhkan untuk Minut yang lebih sejahtera. Hal lain yang menarik adalah terkait Pilkada yang dimana para calon bupati tidak memiliki konsep yang dapat diandalkan untuk membangun Minut kedepan yang lebih baik, semuanya mengedepankan uang sebagai kekuatan utama untuk maju sebagai calon Bupati. Saya menanggapi bahwa konsep Pembangunan Masyarakat sangat relevan untuk diangkat pada era pembangunan dewasa ini.
Seiring waktu sambil menunggu bertemu dengan Sekda, saya diperkenalkan dengan Ketua Kelompok Tani Tamporok Jaya yang tergabung dalam Forum Mitra Klabat Lestari yaitu Bapak Gustaf Bolang yang kebetulan akan menghadap Asisten I, terjadi diskusi yang sangat menarik dan akan dilanjutkan pada pertemuan-pertemuan selanjutnya. Beliau menjanjikan banyak data dan informasi yang akan dibagikan untuk kelengkapan data penelitian. Yang menarik dari statement beliau adalah : "saya dan kawan-kawan sedang mencoba menyatukan data-data yang ada disemua LSM yang bergerak dalam lingkup pengelolaan lingkungan hidup untuk dihimpun menjadi satu sebagai bank data yang nanti akan diberikan kepada peneliti atau kepada siapa saja yang membutuhkan yang bertujuan untuk pengelolaan lingkungan yang lebih baik dimasa yang akan datang", saya sampai terharu mendengarnya.
Saat sedang berdiskusi, Pengurus KPU Minut bergabung dalam dialog kami, saya diperkenalkan oleh Bapak Gustaf dan beliau menjelaskan bahwa Bapak (saya lupa namanya) ini adalah Pemikir awal berdirinya forum Mitra Klabat Lestari, beliau awalnya adalah dari LSM Kelola bersama-sama dengan Bapak Rico Ngangi yang mendampingi masyarakat pesisir. Beliau mulai menjelaskan kronologis dibentuknya Forum Mitra Klabat Lestari yang membuat saya memahami dasar pemikiran berdirinya forum ini.
Diruang tunggu ini pun saya bertemu dengan Kadis Kehutanan Bapak Jopy Lengkong dan melaporkan secara informal rencana penelitian walaupun dengan beliau sudah beberapa kali bertemu yaitu dalam pembentukan forum Mitra Klabat Lestari. Beliau sangat apresiatif dan sangat berhadap agar hasil penelitian dapat dijadikan bahan masukan untuk Dinas Kehutanan di masa yang akan datang
Tak lama berselang, saat waktu menunjukan pukul 14.00 wita, kami diperkenankan bertemu dengan Bapak R. Umboh, Sekda Minut dan beliau mengatakan silahkan menjalankan penelitian, surat rekomendasi sedang dalam proses, sampaikan kepada Camat, Lurah dan pihak lain yang berkepentingan dengan penelitian ini bahwa saya sudah menghadap beliau.
Setelah waktu yang cukup lama di Ruang tunggu Sekda Minut, kami (saya, Pak Bob dan Pak Gustaf) kembali ke Dishut Minut untuk rencana bertemu dengan Kadis Kehutanan namun Kadis sedang berada di luar kantor sehingga saya dipertemukan dengan Sekretaris Dinas Bapak R. Kodoati.
Terjadi dialog yang sangat menarik, beberapa staf dipanggil untuk mengikuti pertemuan ini termasuk Bapak Meyer yang ditegaskan kembali untuk memberikan semua data-data yang saya butuhkan, bahkan Bapak Sekretaris menyatakan akan memerintahkan 2 (dua) orang staf akan mendampingi saya dalam melaksanakan penelitian ini, akan dibuatkan Surat Perintah Tugas.
Sebelum pulang, saya sempat terjadi dialog dengan seorang staf Dishut yang menceritakan tentang sejarah hutan di Minut, ditimpali oleh Pak Gustaf yang menyatakan bahwa sejarah itu ada dokumennya dan akan diberikan jika saya membutuhkan.
Akhirnya hari yang melelahkan dapat dilalui untuk selanjutnya menyusun rencana untuk hari berikutnya....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar